TENTANG GERSANG

by - September 23, 2013



TENTANG GERSANG
Digna Tri Rahayu

Suatu masa ketika kau bertanya  padaku
Tentang gersang
Hijau yang tak tampak seperti hijau
Gersang itu tandus
Gersang itu sakit
Dan kau melengkungkan senyummu

Hembusan kecilmu mematikan
Lilin itu padam
Dalam gelap aku tak bisa melihatmu
Dan kau hilang dalam sekejap
Meninggalkan kenangan
Yang tak kunjung lapuk karena waktu

Ku seduh teh pagi ini masih dalam gelap
Masih terbayang lengkung senyummu kemarin
Aku benci ketika otakku menerjemahkan
Tentang dirimu, titik kecil cahaya yang kulihat di ujung sana
Ah, fatamorgana

Kakiku berayun pelan
Melangkah menuju tempat yang tak seharusnya kudatangi
Aku meringkik menjerit meronta merajuk menyebut mengingat
Disini kau bertanya tentang gersang
Memori yang tak ikut padam

“Hey bangunlah, tiup lilin kecil ini.”

Ku raba tanah tempatku berpijak
Gersang

Gersang butuh hijau untuk menjadi subur
Tapi kini hijauku hilang
Hijauku mati
Hijauku terkubur di dalam tandus

Butiran kristal menggerus kerikil menjadi pasir
Mungkin gersang adalah penantian
Kucacah batu dengan pisau dalam genggamanku
Berharap ia segera lapuk menjadi pasir
Tetapi batu itu  mengeras
Semakin kucacah semakin mengeras
Hingga aku lelah dalam penantianku  sendiri

Selalu seperti ini
Lilin kecil ini padam olehku selama bertahun – tahun

Gerimis lalu hujan
Ketika aku belum sempat menyelesaikan
Lagu Selamat Ulang Tahun untukmu

Hatiku berdesir getir
Ku rapatkan kedua tangan
Doaku beradu dengan isak tangis
Berharap tak ada lagi gersang dan yang ku lihat hanyalah hijau

Gersang adalah  penantian
Dan sungguh aku merindukan hijauku
Di balik gersang yang menyakitkan

You May Also Like

0 komentar